• Januari 8, 2024

FIMELA FEST: Mengenal Lebih Dekat Fashion Indonesia Bersama IPMI

fimela 2024

Jakarta Sudah bukan rahasia kembali kecuali Indonesia punyai kebudayan yang beragam. Dari situlah, lahir bermacam kain-kain tradisonal yang mampu diciptakan menjadi koleksi fashion trendy.

Mengenal lebih dekat fashion agen sbobet terpercaya Indonesia pun dibahas secara gamblang oleh 3 designer profesional dari Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) yaitu Didi Budiardjo, Aida Nurmala, dan Era Soekamto di acara FIMELA FEST 2020 bertajuk Fashion plus Indonesian Culture.

Desainer Didi Budiardjo menjelaskan kecuali budaya Indonesia benar-benar berpengaruh besar pada koleksi-koleksi baju yang didesain. “Saya lahir dan besar di Indonesia pasti alam Indonesia membentuk siapa saya. Kekayaan budaya Indonesia terpancar dari karya saya,” papar nya dalam acara Fimela Fest 2020.

Era Soekamto juga mengatakan, wastra Indonesia seperti batik, tenun, jemputan perkembangannya semakin meningkat dari ratusan tahun lalu. Desainer Indonesia pun berperan penting dalam mempromosikan wastra kebanggan Indonesia di dalam dan luar negeri.

Seperti kini sutra udah memanfaatkan 60 prosen dari Indonesia. Masyarakat semakin kesini semakin mengetahui culture wastra Indonesia. Jika dahulu batik atau tenun menjadi baju yang eksklusif hanya dipakai orang tua diacara-acara formal. Era menyampakaikan, kini kain-kain tradisonal udah mulai dikenakan kesibukan sehari seperti bekerja.

“Walau demikian, kita kudu selalu mengedukasi penduduk perihal arti dari kain batik atau tenun tersebut, mengetahui arti dari yang baju yang dikenakan. Jadi kudu selalu studi do plus don’t nya,” tutur Era.

Selain itu, wastra Indonesia ini kudu penuh kesabaran dikarenakan merupakan salah satu slow fashion. Dikatakan slow fashion dikarenakan pengerjaanya yang lumayan memakan waktu, kalau saja satu helai kain mampu dibuat 6 bulah sampai tiga tahun atau tenun yang mampu dijalankan sampai 3 bulan sampai satu tahun.

“Kesulitannya pasti dalam pengerjaannya, tingkat kerumitan, jangan salah potong dikarenakan ini seni sakral,” ujarnya.

Perubahan dalam Fashion

Era juga memberikan karya yang dibuat tidak statsis. Koleksi-koleksi baju yang dibuat kudu menarik dan berkembang tetap menerus. Tak hanya dari faktor desain melainkan, cara komunikasi kudu dinamis dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperkenalkan koleksi-koleksi baju tersebut.

Aida Nurmala juga menjelaskan di jaman pandemi ini bukan artinya dunia fashion tidak mampu bergerak. Melainkan kudu mencari cara agar industri fashion selalu berkembang, salah satunya dengan laksanakan acara secara virtual.

“Fashion seluruh orang kreatif pasti ngga mampu diem, ingin berbuat sesuatu. Dari bulan Maret udah mikir apa yang kudu dilakukan. Lalu di bulan Mei tercipta festival virtual. Karena virtual waktu ini salah satu cara untuk bergerak. Seperti di bulan depan IPMI bakal menggelarkan Fashion Show Tren 2021 secara virtual,” papar Aida.

Syarat terjun ke dunia fashion Fimela Fest 2020 Rangkaian keseruan Fimela Virtual Fest 2020
Didi Budiardjo menjelaskan kecuali perihal pertama kala ingin terjun ke dunia fashion ialah punyai passion, sesudah itu konsisten, dan menjadi diri sendiri.

“Saya waktu mulai terjun di dunia fashion, mulai bertanya pada diri sendiri, apa yang bakal saya buat, agar tidak serupa dari desainer lainnya. Saya ngga mau mirip dengan yang lain. Jadi jangan dulu puas dengan hasil kita, dan temukan sifat yang kita miliki,” ujarnya.

Era juga menambahkan, jangan dulu menyerah dan kudu selalu berjuang. “Kalau udah mengetahui passion kita, pasti bakal menjalankannya penuh kekuatan, dikarenakan di dunia fashion keluar glamour padahal di balik layar perlu berjuang. Mulai dari ide, idealisme, yang membantu kita,” tuturnya.